Isi Dari Pembahasan Dalam Makalah Superkonduktor

Isi Dari Pembahasan Dalam Makalah Superkonduktor

Dalam pembuatan makalah superkonduktor, pembahasan merupakan intisari dalam makalah tersebut. Karen dalam pembahasan, harus memuat seluruh informasi untuk dapat memecahkan permasalahan yang telah dirumuskan pada bab 1 yaitu pada sub bab rumusan masalah. 

Misalnya dalam rumusan masalah tersebut ditanyakan tentang pengertian superkonduktor, suhu dan medan magnetis, jenis-jenis konduktor, bahan super konduktor, tipe-tipe superkonduktor, dan berbagai macam hal yang berhubungan dengan superkonduktor lainnya.



Pembahasan Singkat Mengenai Bahan Superkonduktor
Dalam pembuatan makalah superkonduktor, tentu Anda harus mengetahui pengertian dari bahan superkonduktor itu sendiri. Bahan superkonduktor merupakan bahan material yang hambatan listriknya memiliki nilai nol pada suhu yang rendah. Karena superkonduktor dapat terus mengalirkan listrik tanpa harus ada tegangan. Bahan konduktor tersusun atas campuran beberapa unsur tertentu yang dapat menghantarkan listrik.

Suhu dan medan magnet kritis. Untuk menghasilkan keadaan superkonduktor, diperlukan suhu kritis (Tc). Setiap material bersuhu kritis yang berbeda-beda, biasanya antara 0◦K sampai 130◦K. melalui sebuah penelitian, logam murni seperti emas dan tembaga merupakan konduktor yang sangat baik di suhu ruang, ternyata memiliki suhu kritis yang ekstrim yaitu di bawah 4K untuk dapat menjadi superkonduktor. Keramik adalah contoh benda yang mempunyai titik kritis tinggi, yaitu di atas titik didih nitrogen cair.

a) Temperature Kritis (Tc), merupakan temperature bahan pada saat terjadinya perubahan sifat bahan. Saat temperature diturunkan dari temperatur ruang normal hingga batas temperatur tertentu bahan ini akan bersifat superkonduktor.
b) Medan Magnet Kritis, merupakan batas kuatnya medan magnet yang menyebabkan superkonduktor memiliki medan magnet.
c) Efek Meissner, merupakan peristiwa ketika superkonduktor berada di luar medan magnet kemudian medan magnet tersebut menembus superkonduktor dengan jarak yang sangat kecil, setelah itu medan magnet bernilai nol.

Jenis-jenis Bahan Superkonduktor dalam Makalah Superkonduktor
Kemudian pembahasan kedua yang dapat Anda masukkan ke dalam makalah superkonduktor yang Anda buat ialah jenis-jenis dar bahan superkonduktor. Anda dapat memasukkan dan menjadikannya sebagai salah satu bagian dari sub bab pada pembahasan makalah Anda. Karena, jenis-jenis superkonduktor ini juga merupakan bagian dari pembahasan superkonduktor dan termasuk pembahasan yang cukup penting. Jenis-jenis dari bahan superkonduktor ini diantaranya:
a. Mercury (1911): merupakan super konduktor pertama yang ditemukan oleh Heike Kamerlingh Onnes. Ia menggunakan helium cair untuk membuat mercuri menjadi dingin di bawah suhu transisi superkonduktor. Suhunya yaitu 4,2 Kelvin.
b. Niobium Alloy (1941): dalam dunia industry penggunaan superkonduktor telah digunakan sejak tahun 1961. Saat itu, para ilmuwan menemukan bahwa niobium tin (Nb3Sn) menjadi superkonduktor pada suhu 18,3 kelvin dan dapat membawa arus tinggi serta tahan terhadap medan magnet besar.
c. Niobium Germanium (1971): memegang rekor temperature transisi tertinggi antara tahun 1971 – 1989.
d. Heavy Fermion (1979): mirip denan uranium platina. Memiliki elektron dengan ratusan kali massa biasa mereka.

Karakter dan Sifat Bahan Superkonduktor
Sub bab selanjutnya yang dapat Anda tambahkan pada makalah yang Anda buat ialah karakter dan sifat bahan superkonduktor. Karakteristik dari bahan Superkonduktor merupakan medan magnet dalam superkonduktor yang memiliki nilai nol dan mengalami efek meisner. Resistivitas suatu bahan bernilai nol jika di bawah suhu kritisnya. Pembahasan ini cukup penting sehingga bisa Anda masukkan menjadi salah satu sub bab pada makalah superkonduktor Anda, semoga bermanfaat.

Pembuatan Makalah Superkonduktor: Kata Pengantar, Daftar Isi, dan Pendahuluan

Pembuatan Makalah Superkonduktor: Kata Pengantar, Daftar Isi, dan Pendahuluan

Makalah superkonduktor memang menjadi suatu tugas yang wajib bagi para pelajar atau mahasiswa. Dalam pembuatan makalah, Anda harus menulisnya dengan benar agar dapat diterima dengan baik oleh dosen atau guru yang memberikan tugas. 

Penempatan titik, koma dan tanda baca lainnya harus benar. Karena jika salah titik saja, makalah Anda bisa tidak jadi di acc. Perhatikan kebakuan kata, jangan sampai bahasa yang Anda gunakan terkesan nyeleneh.



Proses dalam Penyusunan Kata Pengantar
Kata pengantar, biasanya ditulis pada awal makalah yaitu sebelum daftar isi dan pendahuluan. Dalam sebuah kata pengantar, biasanya berisi tentang ucapan syukur terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kemudian kepada guru pembimbing dan kepada seluruh anggota yang terlibat dalam proses pembuatan makalah tersebut. Contoh singkat dari penulisan kata pengantar untuk makalah superkonduktor itu bisa seperti ini:
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nyalah kami akhirnya dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Sifat dan Jenis Superkonduktor” tepat pada waktunya. Tidak lupa rasa terima kasih kami sampaikan pada dosen pembimbing yang telah memberi banyak bimbingan serta masukan yang bermanfaat dalam proses penyusunan makalah ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu menyumbangkan pikirannya…”.

Proses dalam Penyusunan Daftar Isi

Daftar isi ini disusun untuk menunjukan judul-judul yang terdapat dalam makalah tersebut. Dalam daftar isi ini tertulis judul-judul yang ada dalam makalah, mulai dari kata pengantar, daftar isi, bab 1 yang merupakan pendahuluan (yang terdiri atas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, dan manfaat penulisan), bab 2 yang merupakan pembahasan topik yang terdiri atas berbagai sub bab topik yang di bahas, hingga bab 3 penutupan.
Penyusunan daftar isi ini menggunakan format penulisan seperti ini:
Kata Pengantar………………………………………………………………………………….i
Daftar Isi………….……………………………………………………………………….……….ii
Bab 1 Pendahuluan
1.1 Latar Belakang………………………………………………………………… (di ujung ini di tulis halaman)
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………………(di ujung ini di tulis halaman)
1.3 Tujuan…………………………………………………………………………...(di ujung ini di tulis halaman)
Bab 2 Pembahasan
2.1 ………….................................................................................(di ujung ini di tulis halaman)
2.2 ………………………………………………………………………...……………..(di ujung ini di tulis halaman)
2.3 …………………………………………………………………………….………….(di ujung ini di tulis halaman)
Bab 3 Penutup
3.1 Kesimpulan………………………………………………………………………(di ujung ini di tulis halaman)
3.2 Saran……………………………………………………………………………….(di ujung ini di tulis halaman)
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………….(di ujung ini di tulis halaman)

Proses Dalam Penyusunan Bab 1 Pendahuluan
Bab satu ini merupakan bab pembukaan atau bab pendahuluan dalam makalah superkonduktor. Karena penyusunan bab 1 pada makalah ini terdiri atas latar belakang, rumusan masalah, tujuan penulisan, dan manfaat penulisan. Tulislah secara rinci dan jelas, agar mudah dipahami oleh pembaca. Perhatikan kata baku yang Anda gunakan, jangan menggunakan kata yang ambigu agar tidak terjadi double tafsir.

1. Latar Belakang. Dalam latar belakang ini tertulis alasan penulisan makalah ini, pada awal paragraf tertulis berupa pernyataan fakta mengenai superkonduktor, kemudian ke bagian bawahnya dikembangkan. Dan pada bagian akhir dituliskan alasan penulis menulis makalah tersebut.

2. Rumusan masalah. Pada perumusan masalah ini, tertulis beberapa pertanyaan yang brkaitan dengan pembahasan.

3. Tujuan. Pada tujuan penulisan, terbagi lagi menjadi dua sub bab yaitu tujuan umum dan tujuan khusus. Untuk tujuan umum, merupakan tujuan secara garis besar dari pembuatan makalah. Sedangkan untuk tuuan khusus, merupakan tujuan secara khusus yaitu lebih dihubungkan dengan sub bab pada pembahasan.

4. Manfaat. Pada manfaat, tertulis manfaat dari penulisan makalah ini.
Demikianlah cara penulisan Kata Pengantar, Daftar Isi dan Pendahuluan pada makalah superkonduktor semoga bermanfaat.

Kunci Membuat Makalah Superkonduktor ini Harus Anda Coba

Kunci Membuat Makalah Superkonduktor ini Harus Anda Coba

Dalam pembuatan makalah superkonduktor ada beberapa hal yang harus Anda perhatikan. Pembuatan makalah sepertinya merupakan sesuatu yang wajib bagi seorang mahasiswa atau pelajar. Namun, dalam proses pembuatannya biasanya bagaimana cara membuat makalah yang benar. Makalah itu terdiri atas 3 buah bagian, yaitu pada bab 1, bab 2, dan bab 3. Di bawah ini akan di bahas mengenai cara pembuatan superkonduktor yang baik dan benar.

Proses Pembuatan Bab 1 Makalah
Bab 1 merupakan bab yang paling pertama muncul pada sebuah makalah superkonduktor. Maksudnya, dalam bab 1 ini akan dipaparkan pembukaan pembahasan yang akan di bahas selengkapnya di bab 2. Sub bab dari bab 1 ini terdiri atas Latar Belakang, Rumusan Masalah, Tujuan (untuk tujuan sendiri terbagi dua, yaitu tujuan umum dan tujuan khusus), dan yang terakhir ialah Manfaat.

1. Latar belakang
Latar belakang suatu makalah berisi tentang alasan penulis mengapa memilih judul makalah tersebut. Atau bisa juga berisi tentang mengapa dan bagaimana atau asal-usul terjadinya topik yang telah Anda ambil. Namun umumnya pada sebuah makalah, isi latar belakang itu memuat alasan-alasan penulis mengapa mengambil topik tersebut. 

Contohnya begini:

 “Super Konduktor ditemukan pertama kali oleh Heike Kemerligh Onnes, yang merupakan seorang fisikawan dari Belanda lulusan dari Universitas Leiden (pada awal latar belakang Anda dapat menggunakan kalimat seperti ini, yaitu berupa kalimat fakta yang berkaitan dengan topik yang telah Anda ambil). Oleh karena itu, di sini saya menyusun makalah ini untuk berbagi pengetahuan mengenai superkonduktor.”

2. Rumusan Masalah
Dalam perumusan masalah ini berisi tentang pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan topik atau masalah yang telah Anda ambil. Sebagaia contoh perumusan masalah dalam makalah superkonduktor ini yaitu:
1. Bagaimana proses terbentuknya superkonduktor?
2. Apa sajakah komponen yang terdapat pada superkonduktor?
3. 
4. 
Jumlah pertanyaannya bebas, tergantung topik yang Anda buat.

3. Tujuan
Dalam tujuan, di sini kita menuliskan tujuan dari penulisan makalah ini. Tujuan ini terdiri atas tujuan khusus dan tujuan umum. Untuk tujuan umum, misalnya begini “Mengetahui dan memahami tentang superkonduktor”. Jadi hanya garis besarnya saja. sedangkan untuk tujuan khusus, lebih difokuskan pada sub bab pembahasan nantinya.

4. Manfaat
Untuk manfaat ini, boleh ada boleh juga tidak. Dalam manfaat ini, penulis harus menuliskan manfaat dari penulisan makalah ini.

Proses Pembuatan Bab 2 Makalah
· Bab 2 ini merupakan inti pokok dari sebuah makalah. Makalah superkonduktor ini berisi tentang pembahasan inti mengenai masalah yang telah di ambil. Penulisannya biasanya dibagi menjadi beberapa sub bab, menggunakan format seperti 2.1, 2.2, 2.3, 2.4, 2.5, dan seterusnya. Bab dua ini berisi pengertian superkonduktor, prinsip superkonduktor, sifat superkonduktor, jenis dan bahan superkondukto, tipe-tipe konduktor.

Proses Pembuatan Bab 3 Makalah
Pada bab 3 ini, berisi tentang penutupan dari makalah. Biasanya bab 3 makalah ini terdiri atas kesimpulan dan saran si penulis terhadap pembaca. Misalnya contohnya begini “Superkonduktor merupakan bahan material yang jika pada suhu dingin hambatannya sama dengan nol namun mengalirkan listrik dengan energy yang tetap. Karakter superkonduktor pada sebuah medan magnet memiliki nilai nol dan dikenal sebagai efek meissner.

Demikianlah proses pembuatan makalah mulai dari bab 1, bab 2, dan bab 3. Semoga dengan adanya tulisan ini dapat membantu Anda sekalian dalam pembuatan makalah superkonduktor.

Suhu dan Medan Magnet Kritis

Suhu dan Medan Magnet Kritis

Suhu kritis adalah suhu yang membatasi antara sifat konduktor dan superkonduktor. Jika suhu suatu bahan dinaikan, maka getaran electron akan bertambah sehingga banyak Phonons yang dipancarkan.

Ketika mencapai suhu kritis tertentu, maka Phonons akan memecahkan Cooper Pairs dan bahan kembali ke keadaan normal. Contoh grafik Hambatan terhadap suhu pada bahan YBa2Cu3O7 sebagai berikut,
Medan magnet kritis adalah batas kuatnya medan magnet sehingga bahan superkonduktor memiliki medan magnet. Jika medan magnet yang diberikan pada bahan superkonduktor, maka bahan superkonduktor tak akan mengalami efek meissner lagi.

Efek Meissner

Efek Meissner 

Ketika superkonduktor ditempatkan di medan magnet luar yang lemah, medan magnet akan menembus superkonduktor pada jarak yang sangat kecil dan dinamakan London Penetration Depth. 

Pada bahan superkonduktor umumnya London Penetration Depth sekitar 100 nm. Setelah itu medan magnet bernilai nol. Peristiwa ini dinamakan Efek Meissner dan merupakan karakteristik dari superkonduktor.

Efek Meissner adalah efek dimana superkonduktor menghasilkan medan magnet. Efek Meissner ini sangat kuat sehingga sebuah magnet dapat melayang karena ditolak oleh superkonduktor. Medan magnet ini juga tidak boleh terlalu besar. 

Apabila medan magnetnya terlalu besar, maka efek Meissner ini akan hilang dan material akan kehilangan sifat superkonduktivitasnya.


Suhu Pemadaman

Suhu Pemadaman

Suhu pemadaman merupakan batas suhu untuk merusak sifat superkonduktor. Artinya pada suhu ini superkonduktor akan rusak.
Pada grafik diatas dapat kita lihat bahwasanya makin tinggi suhu yang diberikan pada bahan superkonduktor, maka struktur kristal superkonduktor tidak lagi berbentuk ortorombik.

Maka dengan adanya perubahan struktur kristal superkonduktor, suatu bahan akan kehilangan sifat superkonduktornya.


Grafik diatas menunjukan hubungan antara suhu kritis dengan suhu bahan superkonduktor. Jika suhu yang diberikan pada bahan superkonduktor makin besar, maka suhu kritis bahan akan mendekati nilai nol kelvin.

Kelompok Superkonduktor

Kelompok Superkonduktor

Berdasarkan nilai suhu kritisnya, superkonduktor dibagi menjadi dua kelompok yaitu : 2.8.1. Superkonduktor bersuhu kritis rendah Superkonduktor jenis ini memiliki suhu kritis lebih kecil dari 23 K.

Superkonduktor jenis ini sudah ditinggalkan karena biaya yang mahal untuk mendinginkan bahan. m Bc Ba 0 Bc1 Bc2 I II III I = Superkonduktor Murni II = Superkonduktor + Logam biasa III = Logam Biasa Gambar 9. Grafik Magnetisasi terhadap Medan magnet 9 2.8.2.

Superkonduktor bersuhu kritis tinggi Superkonduktor jenis ini memiliki suhu kritis lebih besar dari 78 K. Superkonduktor jenis ini merupakan bahan yang sedang dikembangkan sehingga diharapkan memperoleh superkonduktor pada suhu kamar sehingga lebih ekonomis.

Contoh Superkonduktor bersuhu kritis tinggi adalah sampel bahan YBa2Cu3O7-x. Bahan ini memiliki struktur kristal orthorombic.

AYO BERAMAL GABUNG FOLLOWER

Popular Posts